※※※※※※※※
Seorang jama'ah berbincang dengan seorang Guru Sufi :
_"Pak Syeikh, saya tidak mahu ikut pengajian ini lagi"_
_"Apa alasannya?"_, tanya Sang Guru Sufi.
_"Saya lihat dalam jamaah pengajian ini perempuannya suka bergosip, laki-lakinya munafik, pengurusnya cara hidupnya tidak benar, jama'ahnya sibuk dengan hpnya, dsb"_
_"Baiklah. Tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi dalam masjid ini tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. Setelah itu engkau boleh meninggalkan masjid ini seperti keinginanmu."_
_"Itu mudah sekali!"_
Dia pun melakukan apa yang dimintakan Sang Guru Sufi, sementara pengajian sedang berlangsung.
Setelah selesai, dia berkata kepada Sang Guru Sufi bahwa dia siap untuk pergi.
_"Sebelum kau pergi, ada satu pertanyaan. Ketika kau tadi berjalan keliling dalam masjid, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang sibuk dengan hpnya ?"_
_"Tidak."_
_"Engkau tahu mengapa?"_
_"Tidak."_
_"Kerana engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yang tumpah."_
Begitu pun dengan kehidupan kita. *Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Nur Allah yang kita Imani*, maka :
• *Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain*
• *Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain.*
• *Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain*
• *Kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita untuk terus menyempurnakan Nur-Nya*
*Direndahkan tidak mungkin jadi sampah, disanjung tidak mungkin jadi rembulan*.
Maka jangan risaukan percakapan orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeza.
Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai.
Tidak usah ribut-ribut menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak perlu itu dan yang membencimu tidak percayakan itu.
*Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik*.
*Jika dizhalimi orang jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berfikirlah cara membalas dengan kebaikan*.
*Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan ikhtiar*.
*Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu*.
_礪tariee礪_
*Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan lelah mengikutimu*.
_礪tariee礪_
